Pengetahuan Seputar Kehamilan

Sistem saraf pada bayi sudah terbentuk mulai dari trimester pertama kehamilan. Kehamilan pada usia 24-42 minggu memerlukan asupan nutrii untuk DHA dan perkembangan otak janin. Ibu hamil tidak boleh sembarangan mengkonsumsi makanan.

Disamping itu, bagi para ibu yang menderita diabetes saat kehamilan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Tujuannya untuk melindungi janin dalam kandungan dan penyembuhan penyakit dapat lebih cepat. Simak ulasan berikut ini.

5 Makanan Wajib Ibu Hamil

  1. Ikan Berlemak

Ikan memang makanan yang sangat bergizi bagi kehamilan. Tetapi ikan berlemak yang paling aman dikonsumsi karena bebas merkuri. Contohnya ikan tuna, ikan sarden, dan ikan salmon. Jenis ikan ini dinilai kaya DHA (asam docosahexaenoic). Sangat berperan maksimal untuk mendukung pertumbuhan sistem saraf dan otak janin.

  1. Bayam Bening

Bayam yang dimasak dengan kuah bening dan tidak terlalu matang sangat baik bagi kesehatan janin. Sebab bayam mengandung asam folat alami. Selain itu, dapat mendukung produksi DNA dan membantu  metabolisme sistem saraf pada sel otak. Bayam juga mengandung antioksidan yang berfungsi melindungi jaringan otak janin.

3.Susu Murni atau Susu Kehamilan

Asupan kalsium dari susu sangat bermanfaat untuk menetralisir zat kimia dalam otak maupun saraf. Dokter merekomendasikan saat trimester pertama kehamilan mulai mengkonsumsi susu minimal 2 kali sehari.

  1. Telur

Telur ayam sangat baik dikonsumsi saat hamil, tetapi jangan berlebihan. Kandungan kolin yang terdapat dalam telur dapat membantu pertumbuhan otak dan memori pada janin.

  1. Yogurt

Para ibu jangan ragu untuk mengkonsumsi yogurt. Meskipun asam ternyata yogurt dapat memenuhi kebutuhan yodium. Jika yodium tidak tercukupi pada masa kehamilan dapat mengakibatkan kesehatan mental bayi terganggu.

Apabila Ibu Hamil Menderita Diabetes

Jika terjadi luka pada ibu hamil untuk mempercepat penyembuhan luka diabetes pertama harus membersihkan luka secara rutin dengan air mengalir. Kemudian jangan lupa oleskan salep dan minum antibiotik dari dokter. Jangan banyak bergerak ketika terluka dan wajib melakukan kontrol kadar gula dalam darah.

Perhatikan gejala infeksi luka seperti demam, kemerahan, rasa sakit, dan pembengkakan disekitar daerah luka. Konsumsi makanan bernutrisi seperti yang disebutkan diatas, tetapi perbanyak mengkonumsi vitamin C, protein, dan zinc.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *