Lakukan Pencegahan Mata Kering Pada Anak Menggunakan Insto Dry Eyes

Apabila Anda menjumpai buah hati acap menggosok atau mengusap matanya, besar kemungkinan buah hati merasakan mata lelah. Namun, alasan di balik kebiasaan buah hati mengusap mata berhubungan dengan kesehatan mata.

Sebagai upaya melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan mata buah hati Anda bisa menggunakan kamera ponsel pintar untuk melihat foto layar. Ketika menggunakannya Anda akan menyaksikan kerlap-kerlip kecil yang bergerak ke bawah layaknya gerakan air terjun. Kerlipan ini merupakan penyebab buah hati acap mengusap atau menggosok mata sesudah menutup perangkat gawai mereka dalam waktu lama. Tidak hanya itu saja, alasan lain yang memengaruhi kesehatan mata buah hati adalah kegiatan sehari-sehari mereka. Kegiatan yang menguras fokus pada mata bisa memicu sindrom mata kering pada anak.

Melalui layar berkedip membuat anak sering menggosok atau mengusap mata. Kedipan inilah yang membuat mata anak lebih bekerja keras untuk menyaksikan gambar bergerak. Jika dilakukan makin lama menatap layar bisa memicu mata pegel sebagai imbas dari sindrom mata mengering.

Alasan kenapa sindrom ini bisa menyerang anak-anak adalah, kegiatan menghadap layar ponsel pintar membuat mereka jarang mengedipkan mata. Mata yang terlalu fokus ke salah satu objek, misalnya melihat gambar dari perangkat gawai membuat cairan pelumas mata mengurang. Sehingga kelembapan mata berkurang dan membuat mata mengering. Padahal, mengedipkan mata sangatlah penting karena bertugas menjaga retina agar tetap lembap.

Dengan kata lain, apabila kita lupa mengedipkan mata, kelembapan retina menguap sehingga mata perih dan kering. Biasanya untuk mengurangi rasa perih, secara spontan kita menggosok mata yang memicu iritasi karena adanya toksin dan bakteri.

Berikutnya adalah mengajak buah hati ke tempat dengan cahaya terlalu terang. Jika memandang cahaya terang membuat mata mereka silau dan terasa perih, besar kemungkinan mengalami sindrom mata mengering. Kelelahan mata memang berpengaruh pada ketegangan pada saraf yang menyebabkan mata tidak bisa menerima cahaya terlalu terang. Kalaupun dipaksakan melihat cahaya terang, mata terasa perih.

Misalkan Anda menggunakan lampu ruangan dengan cahaya terlalu terang pun bisa memicu mata mengalami kekeringan. Hal tersebut didasari oleh cahaya terang memicu kornea mata bekerja berlebihan. Jadi, sebaiknya Anda mengkondisikan lampu ruangan seperlunya saja agar mata buah hati tetap sehat.

Sinar UV yang didapat dari matahari pun bisa menyebabkan mata mengering. Sewaktu anak-anak bermain di luar ruangan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan sinar UV merembet masuk ke dalam mata. Sinar ini memang berdampak buruk bagi kesehatan mata. Alangkah baiknya Anda menentukan waktu berapa lama buah hati bermain di luar ruangan. Atau bisa mengajak buah hati bermain di bawah pohon yang rimbun agar tidak terpapar sinar UV secara langsung.

Secara spesifik penyebab mata buah hati kering, sebagai berikut.

  • Terlalu memaksakan mata untuk melihat objek yang terlampau jauh.
  • Dagu terangkat untuk melihat lebih fokus.
  • Kegiatan membaca buku maupun melihat gawai dengan jarang yang cukup dekat dengan mata.
  • Berada di lingkungan dengan cuaca kering, seperti di kaki gunung. Cuaca yang kering berdampak pada produksi cairan pada mata.
  • Jarang ataupun terlalu sering mengedipkan mata.

Cara terbaik untuk mengobati maupun mencegah mata mengering pada anak, seperti:

  • Mengajak buah hati bermain di bawah pohon yang rimbun.
  • Membatasi penggunaan gawai.
  • Memperhatikan asupan vitamin A dan omega-3.
  • Memperhatikan pencernaan buah hati.
  • Menyediakan Insto Dry Eyes sebagai cadangan pelumas pada mata.

Demikianlah artikel yang bisa kami sampaikan kepada Anda tentang gejala mata mengering pada anak. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas perhatiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *